Mengakhiri Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Perempuan: Apa yang kita ketahui, di mana kita, dan apa yang dapat kita lakukan?

Kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak sering terjadi dalam rumah tangga yang sama (Know Violence in Childhood, 2017; Barker & Marcos, 2010). Irisan antara kekerasan terhadap perempuan dan kekerasan terhadap anak-anak dipengaruhi oleh norma-norma gender dan kemiskinan, yang membuat kesenjangan struktural terus bertahan. Perempuan diharapkan untuk mengambil peran yang lebih besar dalam pengasuhan anak. Tekanan yang dihadapi perempuan untuk memenuhi harapan tersebut, ditambah dengan kurangnya dukungan dari pasangan laki-laki mereka, meningkatkan kecenderungan untuk menggunakan hukuman fisik. Pada tahun 2015, sebanyak 1,3 miliar anak (laki-laki dan perempuan) di seluruh dunia mengalami hukuman fisik di rumah (Know Violence in Childhood, 2017).

Dinamika gender stereotip “laki-laki kuat” dan “perempuan lemah dan kedudukannya lebih rendah dari pada laki-laki” memiliki pengaruh yang berbeda terhadap pengalaman kekerasan yang dialami oleh laki-laki dan perempuan dewasa maupun anak. Anak laki-laki memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami perundungan (bullying), perkelahian, dan kekerasan fisik dibandingkan dengan anak perempuan yang lebih berisiko mengalami kekerasan seksual dan emosional. Pada tahun 2015, sebanyak 18 juta anak perempuan usia 15-19 tahun pernah mengalami kekerasan seksual, sedangkan 55 juta anak perempuan dalam kelompok usia yang sama telah mengalami kekerasan fisik sejak mereka berusia 15 tahun (Know Violence in Childhood, 2017).

Data tahun 2015 menunjukkan bahwa di Indonesia, 73,7% anak laki-laki dan perempuan berusia 1-14 tahun pernah menerima hukuman fisik di rumah, sedangkan 4,7% remaja perempuan usia 15-19 tahun telah mengalami kekerasan seksual (Know Violence in Childhood, 2017). Pada tahun 2016, Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) menunjukkan bahwa 33,4% (1 dari 3) perempuan dan anak perempuan usia 15-64 tahun mengalami fisik dan/atau kekerasan seksual yang dilakukan oleh pasangan intim dan/atau orang lain yang bukan pasangan intim selama masa hidup mereka.

Meskipun banyaknya data kekerasan terhadap perempuan yang tersedia di Indonesia serta di negara lain, para peneliti dan praktisi perlindungan anak masih memiliki pengetahuan terbatas tentang hubungan sebab-akibat antara faktor risiko dan dampak kekerasan terhadap perempuan. Kebanyakan studi tentang kekerasan terhadap perempuan yang telah dilakukan menggunakan desain studi potong lintang (cross-sectional). Desain studi ini hanya memotret kasus dalam satu waktu saja, sehingga tidak memungkinkan untuk mengambil kesimpulan tentang hubungan sebab-akibat antara faktor risiko dan dampak kekerasan. Selain itu, memperoleh informasi yang akurat tentang ukuran dan besarnya kekerasan sulit dilakukan karena sifat sensitif dari masalah tersebut. Oleh karena itu, kita perlu memahami lebih dalam tentang irisan antara kekerasan terhadap anak dan kekerasan terhadap perempuan di Indonesia untuk mengembangkan kebijakan dan program untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak.

Learning Series ini akan berfokus pada pembahasan program dan kebijakan untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan serta pentingnya menghasilkan bukti yang kuat untuk menginformasikan program dan perumusan kebijakan. Namun, itu tidak berarti bahwa kita mengabaikan anak laki-laki dan laki-laki yang juga mengalami kekerasan. Memahami kekerasan terhadap perempuan (dewasa dan anak) akan mengungkap faktor-faktor terkait gender yang mendasari terjadinya kekerasan, yang juga relevan untuk laki-laki (dewasa dan anak). Diskusi ini juga merupakan sebuah sarana untuk merefleksikan pelaksanaan program dan kebijakan saat ini terkait dengan penghapusan kekerasan terhadap perempuan dengan mengundang praktisi, akademisi, serta pembuat kebijakan yang berpengalaman dalam bidang perlindungan anak di Indonesia. Saran dan ide dari diskusi publik ini akan menjadi penting untuk mengarahkan strategi yang lebih luas untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan laki-laki (dewasa dan anak).